HeadlineLebongOlahraga

Gedung Olahraga Tersia-siakan, Disparpora Sebut Itu Bukan Urusannya

200
×

Gedung Olahraga Tersia-siakan, Disparpora Sebut Itu Bukan Urusannya

Sebarkan artikel ini

Senin, 15 Oktober 2018
Kontributor : Yofing

LEBONG – Gedung olahraga (GOR) yang terletak di Kelurahan Tes, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, dinilai telah tersia-siakan, alias tidak jelas fungsi dan peruntukkanya. Karena, hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan. Anehnya pihak Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) setempat mengaku tidak tahu menahu dan mengatakan itu bukan urusannya.

Padahal berdasarkan Kartu Inventaris Barang (KIB) yang ada di bagian aset Badan Keuangan Daerah (BKD), bangunan tersebut sudah tercatat sebagai aset daerah yang sudah dilimpahkan ke Disparpora Lebong.

Kadisparpora Frans Juliano, SE, melalui Sekdisparpora, Neti Herawati di ruang kerjanya Senin (15/10) mengatakan, bangunan tersebut belum diserahterimakan secara resmi ke Disparpora. Dan aset tesebut baru bisa dikelola oleh pihaknya jika sudah ada surat penunjukan dari Bupati.

“Itu bukan urusan kami, karena bangunan tersebut belum ada serah terima dari bagian Aset ke kami, walaupun di KIB sudah tercatat sebagai aset yang sudah diserahkan ke Disparpora tapi kalau belum ada surat penunjukkan kelola langsung dari Bupati berarti itu bukan tanggung jawab kami,” ujar Neti.

Bahkan Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Siswanto, A.Ma. ikut membenarkan bahwa aset tersebut belum diserahterimakan ke Disparpora. Walaupun secara administrasi sudah tercatat sebagai aset Disparpora. Karena menurut dia memang belum ada serah terima secara resmi dari bagian aset ke pihaknya.

“Kami tidak tahu kejelasan tentang bangunan tersebut, surat resmi dari Bupati kepada Disparpora terkait gedung tersebut juga belum ada. Kita sama-sama tahu proses pembangunan gedung tersebut dulukan bermasalah, dan sudah menyeret banyak tersangka, kemungkinan itulah penyebab terlantarnya bangunan tersebut,” ungkap Siswanto.

Kata siswanto, pihaknya pernah mengajukan ke kementrian Pemuda dan olahraga untuk biaya rehap gedung yang sudah hancur tersebut tetapi hingga sekarang belum juga diakomodir.

“Saya perkirakan butuh biaya sekitar Rp 15 miliiar untuk perehapan bangunan Gedung Olahraga tersebut karena kondisinya sudah sangat parah, semoga ke depan ada kejelasan terkait keberadaan bangunan gedung olahraga tersebut agar bisa kita pelihara dan manfaatkan guna menunjang prestasi atlet daerah ke depannya,” beber Siswanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *