HeadlineKepahiang

Program Kopi Stek di Kepahiang Terancam Gagal, Dewan Minta Ditinjau Ulang

463
×

Program Kopi Stek di Kepahiang Terancam Gagal, Dewan Minta Ditinjau Ulang

Sebarkan artikel ini

Rabu, 31 Oktober 2018
Kontributor : M fauzi

KEPAHIANG – Belum optimalnya pelaksanaan program kopi sambung atau stek di Kabupaten Kepahiang menimbulnya keluhan bagi warga masarakat setempat. Sehingga hal itu menjadi sorotan dewan dan meminta agar pemerintah daerah meninjau ulang. Pasalnya, menurut pengaduan warga masarakat yang diterima oleh dewan, hasil sambungan pada bagian batang menghitam hingga akhirnya mati.

Permintaan peninjauan ulang tersebut, disampaikan oleh dewan pada paripurna pandangan umum fraksi terhadap Raperda yang diajukan pihak eksekutif Selasa (30/10) kemarin. Juru bicara Fraksi Partai Gerindra, Armin Jaya menyampaikan agar pihak pemerintah daerah dalam hal ini Bupati agar segera melakukan evaluasi.

“Kami meminta agar bupati mengevaluasi dan meninjau ulang pelaksanaan program kopi sambung. Sebab, kami menerima keluhan dari masyarakat, yang mengatakan, kopi yang distek tersebut terancam gagal, lantaran banyak yang menghitam dan mati,” ucap Armin.

Namun, Bupati Kepahiang, Dr Ir. Hidayatullah Sjahid, MM malah merasa yakin program kopi sambung tersebut akan berhasil. Jika terjadi kegagalan dari beberapa diantaranya, kata Bupati, akan dilakukan penyulaman dan membuat stek ulang.

“Jika entres (mata tunas-red) kopi stek yang menghitam, nanti akan dilakukan stek ulang. Kita akan minta Dinas Pertanian melakukan evaluasi, karena stek kopi tersebut diharapkan bisa berhasil,” jelas Bupati

Lebih jauh, Bupati megakui bahwa dalam menjalankan program tersebut, tidak semua stek kopi berhasil, beberapa diantaranya tentu ada yang gagal. Oleh sebab itu maka dilakukan stek ulang dan penyulaman. Dan penyulam itu akan diawasi oleh petugas di masing-masing kecamatan.

“Nanti akan ada penyulaman stek kopi, ada waktu 16 hari waktu penyulaman karena ada pengawas masing – masing disetiap kecamatan. Memang tidak semua kopi sambung ini berhasil,” ungkap Bupati.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kepahiang, Hernawan, S.PKP . Menurut Dia, pihaknya masih melakukan evaluasi terkait realisasi kopi sambung tersebut.

“Kopi stek yang sudah berjalan akan dievaluasi, jika ada yang menghitam dan mati maka akan disulam ulang dengan melakukan stek ulang, sekitar 10-15 hari,” pungkas Hernawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *