Sabtu, 3 November 2018
Pewarta : Jhon
KAUR – Inteljen Investigasi Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Anggaran Republik Indonesia (BPI KPN PA RI) Bengkulu, Fauzan Rabu (02/11) kepada awak kontrastoday.com mengemukakan, terdapat 10 kegitan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kaur Bidang Sumber Daya Air (SDA) yang menurut dia terindikasi kualitas pengerjaannya kurang sempurna.
Pantauan pihaknya, dari anggaran sebesar Rp 5 miliar lebih yang di peruntukan bagi kegiatan di wilayah Air Gegasan, Air Kelam, Pagar Agung, Siring Betung, Pelilingan, Selika 2, Keban Agung, Pulau Kabu dan Panjang Padang Guci Hulu, kualitasnya masih perlu ditingkatkan.
“Menurut pantauan kami ada indikasi kegiatan fisik dikerjakan dengan kualitas kurang baik, untuk itu diharapkan supaya dapat ditingkatkan. Dari 10 kegiatan pekerjaan fisik yang sudah berjalan, beberapa kegiatan diantaranya sudah selesai dan diserahterimakan atau PHO,” ungkap Fauzan.
Hanya saja, Fauzan menyayangkan tentang sulitnya pihak dia selaku pemantau pembangunan untuk menemui pihak pelaksana pekerjaan, atau pejabat pelaksana teknis kegiatan, untuk menyampaikan temuannnya di lapangan.
“Kami sangat sulit untuk menyampaikan temuan di lapangan. Baik kepada Kabid SDA Jupawan, ST, juga PPTK Bidang Pengairan, termasuk juga rekanan. Bahkan dihubungi via ponselpun tidak dapat tersambung,” ujar dia
Berikut 10 pelaksanaan kegiatan yang dipantau oleh (BPI KPN PA RI)
1. Air Gegasan I, dengan Dana Berkisar Rp 500 juta.
2. Air Kelam Tengah, Desa Tanjung Kemuning, Dana Berkisar Rp 700 juta
3. Air Kelam Pagar Agung, Kecamatan Kelam Tengah, Dana Berkisar Rp 900 juta
4. Air Padang Guci Siring Betung, Dana Berkisar Rp 700 juta
5. Air kinal tanjung Selepah, Dana Berkisar Rp 400 juta
6. Air padang Guci Kpg Panjang, Padang Guci Hilir, Dana Berkisar Rp 350 Juta.
7. Air Pelilngan Padang Guci Hulu, Dana Berkisar Rp 350 juta.
8. Air Pulau Kabu, Dana Berkisar RP 2.047.492.000.-
9. Air Keban Agung, Dana Berkisar Rp 200 juta.
10. Air Selika II, Dana Berkisar Rp 350 juta.
























