HeadlineNasional`

KPK Sarankan Rencana Peluncuran Kartu Nikah Ditinjau Ulang, Ini Alasannya

361
×

KPK Sarankan Rencana Peluncuran Kartu Nikah Ditinjau Ulang, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Kamis, 15 November 2018

NASIONAL – Rencana Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Kartu Nikah, menurut Komisioner KPK perlu ditinjau ulang. Mengingat seberapa besar manfaanya dan perlu pula dikaji mengenai perbedaan fungsinya dengan e-KTP. Sebab, kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, jangan sampai nantinya hanya sebatas merubah dari kertas menjadi plastik.

“Maka sebaiknya dikaji dulu. Sebenarnya ialah kembali menata status kependudukan di e-KTP saja, juga bisa,” kata Saut Situmorang, Rabu (14/11/2018), dirilis beritaterkinionline.

Bila berkaca pada proyek pengadaan e-KTP, yang faktanya tak sesuai perencanaan dan dikorupsi. Maka terkait rencana pengadaan kartu berbasis elektronik ini, pihaknya merekomendasikan mendorong pemerintah mengelola data status kependudukan dengan efisien, efektif, cepat dan murah.

Kemudian, KPK mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, untuk hati-hati mengelola uang rakyat. Dan KPK juga meminta pemerintah untuk bisa memilih program apa yang lebih prioritas.

“Tapi lagi-lagi itu pilihan stakeholders,” ujar Saut.

Saut juga menyoroti keberadaan buku nikah yang tetap ada meski pemerintah akan membuat kartu nikah. Menurut Saut, hal ini menjadi salah satu alasan pihaknya meminta pengadaan kartu nikah ini ditinjau ulang.

“Itu sebabnya dikaji lagi saja, philosophy hingga itu (kartu nikah) mau dibuat apa?,” kata Saut.

Sebelumnya, Kementerian Agama akan meluncurkan kartu nikah bersamaan dengan Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) berbasis website yang digunakan Kantor Urusan Agama untuk mengelola administrasi pencatatan nikah.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Mohsen menjelaskan, penerbitan kartu nikah berbasis teknologi informasi (smart card) bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat di bidang pencatatan nikah dengan basis data yang terintegrasi.

sumber : beritaterkinionline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *