Selasa, 20 November 2018
Kontributor : M Fauzi
KEPAHIANG – Lantaran tersandung oleh kemampuan keuangan daerah, maka rencana pinjaman Pemerintah Kabupaten Kepahiang sebesar Rp 90.5 miliar ke PT SMI terancam gagal. Pasalnya, setelah dilakukan perhitungan oleh pihak Kemendagri dan SMI, APBD Kepahiang tidak mencukupi untuk membayar bunga dan pokok pinjaman dengan tenor selama 3 tahun.
Hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra, SE. Kata dia, soal pinjaman itu memang pernah dibahas dan disahkan. Tetapi setelah dinilai dari kemampauan keuangan, kemungkinan nilainya akan berubah atau turun, diperkirakan hanya akan terealisasi sekitar Rp 59 miliar sampai dengan Rp 60 miliar.
“Setelah dilakukan penghitungan ulang oleh Kementerian Dalam Negeri dan PT. SMI kemungkinan pinjaman tersebut hanya akan terealisasi berkisar diangka Rp 59 sampai Rp 60 miliar,” ungkap Andrian.
Namun menurut Andrian, ia hanya menerima pemberitahuan mengenai hal tersebut secara lisan. “Secara tertulis belum ada, namun secara lisan itu pernah disampaikan kepada kita,” katanya.
























