Saluran Pembuangan PLTA Tes Sebabkan Longsor, Manager Mengaku Tidak Tahu

0
343

Jumat, 8 Februari 2019
Kontributor : Rudhy

LEBONG – Saluran pembuangan Air dari PLTA Tes yang berada di Desa Manai Blau, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, ditengarai merupakan penyebab terjadinya erosi pada aliran sungai dan longsor. Luas lahan yang longsor sekitar 50 meter x 10 meter. Namun kejadian yang dinilai merugikan pihak masarakat tersebut belum diketahui oleh pihak managemen PLTA.

Sementara masyarakat menuntut pihak PLTA bertanggung jawab, karena selama ini terkesan bahwa pihak PLN Sektor Pembangkit Bengkulu, Unit PLTA tes tutup mata terhadap dampak dari pembuangan PLTA yang menggunakan pola kolam tando dan memanfaatkan aliran sungai ketahun tersebut.

“Lama kelamaan kalau tidak segera diperbaiki akan memakan lahan pemukiman kami. Kami minta pertanggungjawaban dari PLTA Tes. Karena dulunya tidak ada longsor separah ini. Karena adanya perpindahan air sehingga air pembuangan tersebut bertemu dengan air Mubai membuat lahan jadi longsor,” kata Ansori selaku Kaur Umum Desa Manai Blau.

Ungkapan Ansori dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Manai Blau, Armen Muchfudy. Menurut Kades pihaknya telah melayangkan surat kepada pihak PLTA.

“Kami sudah melayangkan surat kepada pihak PLTA Tes, namun belum ada tanggapan untuk mencari solusi. Kita akan tindaklanjuti lagi. Kalau memang tidak juga ada kejelasan, kita akan ambil tindakan tegas,” ujar Kades.

Sementara itu, Manager Pembangkit Unit PLTA Tes, Bahatiar saat dikonfirmasi melalui handphone menampik adanya informasi itu. Pernyataannya justru bertolak belakang dengan Kades Manai Blau Armen, terhadap kondisi longsor yang ada di wilayahnya.

“Kami tidak tau adanya longsor di Desa Manai Blau akibat saluran pembuangan air PLTA Tes. Namun kami akan secepatnya melakukan survei ke lokasi tersebut untuk melihatnya,” singkatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here