Belum Direklamasi, Lubang Eks Tambang Bagaikan Danau Mengancam Warga Kaur

0
239
Salah satu lubang eks tambang pasir besi yang ditinggalkan tanpa reklamasi

Rabu, 20 Februari 2019
Pewarta : Jhon

KAUR – Perusahaan tambang pasir besi PT Selomoro Banyu Atul (SBA) yang beroperasi di Desa Way Hawang, Suka Menanti dan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, setelah usai melakukan penambangan, meninggalkan lubang-lubang besar bagaikan danau ketika digenangi air. Dinilai, selain merusak lingkungan, lubang tersebut dapat membahayakan bagi warga sekitar.

Disebutkan, izin eksploitasi pertambangan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut seluas 48,33 hektar di kawasan Desa Suka Menanti. Dengan SK Bupati Kaur Nomor : 352 Tahun 2009 tentang izin persetujuan peningkatan izin usaha pertambangan eksploitasi menjadi izin usaha pertambangan produksi.

Menurut pandangan warga yang bakal menanggung dampaknya, antara lain disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat setempat Edi jaya, izin PT SBA berakhir sejak desember 2018 lalu. Dan ia menduga ada dua kepemilikan perusahaan, yakni Heri Subandono (almarhum) dan Kurniadi.

“Dugaan saya ada dua kepemilikan, salah satunya almarhum Pak Heri Subandono dan pak Kurniadi,” katanya.

Menyikapi persoalan timbulnya lubang-lubang bekas tambang tersebut, mantan Kasi Migas dan Kelistrikan Kabupaten Kaur, Saprul mengatakan, seharusnya jika sudah tidak beroperasi apalagi izinnya sudah mati, maka wajib untuk melakukan reklamasi.

“Karena aturan itu sudah ada, apa lagi biasanya dari pihak Perusahaan itu sudah menitipkan biaya jaminan reklamasi ke instansi terkait. Jika belum dilaksanakan reklamasi maka perlu dipertanyakan ke Dinas ESDM provinsi,” ucap Saprul.

Sementara di lapangan terdapat banyak tumpukan pasir dan sejumlah lubang mengangga lebar di lokasi exs tambang pasir besi tersebut. Ditambah lagi jaraknya sangat dekat dengan sepadan pantai dan pemukiman warga.

“Jika tidak segera direklamasi dikhawatirkan akan berdampak buruk pada lingkungan warga setempat. Juga dapat membahyakan warga sekitar,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here