Headline

Diduga Lakukan Pemerasan di BU, Oknum LSM Terjaring OTT

319
×

Diduga Lakukan Pemerasan di BU, Oknum LSM Terjaring OTT

Sebarkan artikel ini

KONTRASTODAY.COM – Diduga melakukan tindak pidana pemerasan terhadap mantan kades di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) oknum LSM inisial R terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepolisian Resor Bengkulu Utara, Kamis 13 Oktober 2022.

Kapolres BU, Polda Bengkulu AKBP Andy Pramudya Wardana, S.Ik, MM kepada awak media membenarkan telah ditangkapnya oknum LSM dimaksud. Dikatakan Kapolres, yang bersangkutan diduga telah melakukan pemerasan terhadap mantan Kades Padang Kala, Kecamatan Air Padang, Bengkulu Utara.

“Iya benar, kami baru saja mengamankan seorang oknum yang mengaku dari salah satu lembaga masyarakat. Ia diduga melakukan pemerasan, terhadap salah satu mantan Kades, berikut barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 20 Juta. Saat ini, yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan untuk guna penyelidikan dan pengembangan,” ujar Kapolres, Kamis.

Berdasarkan pengakuan mantan Kades Padang kala, Morten Froshansen, Kejadian ini bermula, pada Jumat tanggal 07 Oktober 2022 lalu, sekira pukul 07.00 Wib, ia dibangunkan oleh orang tuanya, yang menyampaikan bahwa R menelpon untuk meminta dirinya menemui R di Bengkulu.

Mendengar informasi tersebut, Morten langsung berangkat menuju ke kediaman R di Kota Bengkulu. Setibanya di rumah R ia disambut oleh istri dari R. Dalam perbincangan saat itu, Morten dimintai untuk menandatangani surat dan ia meminta uang sejumlah Rp. 250 Juta.

“Korban yang merasa tertekan oleh tekanan oleh pelaku, akhirnya dia melapor  ke Polres Bengkulu Utara. Sebab ia merasa tidak tahan dengan teror pelaku, yang meminta uang. Namun demikian korban tetap menyerahkan uang sebesar Rp. 20 Juta kepada pelaku, di tempat yang sudah dijanjikan, yakni, di salah satu rumah makan di desa Padang Jaya,” ucap Kapolres.

Usai menerima uang tersebut, Lanjut Kapolres, okum LSM R diamankan petugas lalu digelandang ke Mapolres guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Terpisah, Morten Froshansen mengaku dirinya telah menjadi korban pemerasan yang dilakukan oleh oknum R bersama isterinya yang menjabat Kepala TU di salah Satu SMA N di Kecamatan Padang Jaya.

Morten membeberkan, bahwa dugaan pemerasan ini diawali ketika oknum R melaporkan dirinya saat masih menjabat sebagai Kades Padang Kala ke Kejaksaan Negeri BU atas dugaan Penyalahgunaan Dana Desa fiktif.

“Sebelumnya, R pernah melaporkan saya ke Kejaksaan dengan dugaan pengerjaan fiktif saat saya menjabat Kades. Dia (oknum R-red) meminta uang sebesar Rp 250 juta. Saya tidak menyanggup. Pada akhirnya ada nego, saya berikan dia uang sebesar Rp 10 juta dua hari lalu,” bebernya.

Setelah menerima uang Rp 10 Juta itu, bukannya diam, oknum R malah semakin jadi, dia kembali meminta uang. Maka dari itu Morten melapor ke pihak Kepolisian dan sengaja menyiapkan uang senilai Rp 20 Juta itu.

“Bukannya usai, malah ia semakin menjadi makanya saya laporkan ke Polres, dengan menyiapkan uang senilai Rp 20 juta,” terang Morten. [**]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *