Kapolres Empat Lawang Dicopot, Diduga Lantaran Tes Urine Positif Narkoba

0
538
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (foto-koransn.com)

Kamis, 17 Januari 2019
Sumber : koransn.com

EMPAT LAWANG – Kapolres Empat Lawang, AKBP, AS resmi dicopot dari jabatannya. Lantaran diduga ketika menjalani tes urine yang bersangkutan positif Narkoba. Dilansir oleh koransn.com, pencopotan jabatan tersebut tertuang dalam Telegram (TR) Kapolri No: ST 81/110/I/KEP/2019 tanggal 15 Januari 2019.

Dalam TR tersebut tertera pemberhentian jabatan dan pengangkatan jabatan di lingkungan Polri. Dimana AKBP AS selaku Kapolres Empat Lawang Polda Sumsel dimutasikan sebagai Pamen di Polda Sumsel dalam rangka pemeriksaan.

Sementara jabatan Kapolres Empat Lawang, dijabat oleh AKBP Eko Yudi Karyanto SIK yang sebelumnya menjabat sebagai Kaden B Pelopor Sat Brimob Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Selasa (15/1/2019) membenarkan adanya TR pergantian jabatan Kapolres Empat Lawang tersebut. Dengan adanya TR ini maka AKBP AS dibebas tugaskan dalam rangka pemeriksaan terkait hasil tes urine yang positif mengandung amphetamine.

“Memang benar yang bersangkutan (AS) dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres, ini sebagai contoh agar kedepan tidak ada lagi personel di Polda Sumsel dan jajaran yang main-main dengan Narkoba. Sebab saya akan tindak tegas,” ungkapnya.

Menurut Kapolda, dicopotnya jabatan ‘AS’ sebagai Kapolres merupakan bentuk keseriusan pihaknya dalam menindak personel kepolisian yang terlibat Narkoba.

“Jadi, walau kami masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kepada AS, namun dengan dicopotnya AS dari jabatannya ini merupakan bentuk keseriusan kami,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, sedangkan terkait urine AKBP AS yang positif mengandung amphetamine, maka dirinya memastikan akan tetap mengusutnya walaupun ‘AS’ kini sudah dicopot sebagai Kapolres.

“Terus saya usut, dan saya sudah perintahkan Kabid Propam melakukan pemeriksaan. Bahkan hingga kini yang bersangkutan masih terus menjalani pemeriksaan. Nanti setelah pemeriksaan selesai, baru disidang disiplin, ancaman sanksinya jika terbukti menggunakan Narkoba, ditempatkan di tempat khusus selama 21 hari dan penundaan kenaikan pangkat,” tandas Kapolda.

Terpisah, Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Didi Hayamansyah mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada AKBP AS.

“Dari hasil pemeriksaan sementara ini, AKBP ‘AS’ mengaku tidak tahu mengapa sampai hasil tes urinenya positif mengandung amphetamine. Itulah pengakuannya, dan kami masih melakukan pemeriksaan untuk persiapan sidang disiplin yang nantinya akan kami gelar,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kabid Propam, diketahuinya tes urine AKBP ‘AS’ positif mengandung amphetamine setelah pihaknya bersama tim melakukan kegiatan rutin internal dengan memeriksa tes urine kepada semua personel Polda Sumsel dan jajaran, termasuk Kapolres se-Sumsel.

“Dari pemeriksaan tes urine inilah diketahui jika urine AS positif mengandung amphetamine. Namun untuk memastikan amphetamine ini zat Narkoba, kami masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan,” ujarnya.

Disebutkan sebelumnya, pada Senin (14/1/2019) Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dari pemeriksaan tes urine kepada seluruh Kapolres se-Sumsel, hasilnya tes urine Kapolres Empat Lawang, AKBP ‘AS’ postif mengandung amphetamine.

“Tapi untuk membuktikan yang digunakannya adalah Narkoba harus diselidiki dahulu. Jadi kami masih menyelidikinya dengan melakukan pemeriksaan. Bahkan hingga kini yang bersangkutan masih diperiksa oleh Propam Polda Sumsel,” ungkap Kapolda.

Dikatakannya, penyelidikan dilakukan karena belum tentu ‘AS’ menggunakan Narkoba. Sebab dalam pemeriksaan yang dilakukan, ‘AS’ mengaku sebelumnya telah meminum obat batuk.

“Memang Amphetamine ini terdapat dalam kandungan Narkoba, namun amphetamine juga ada dalam kandungan beberapa obat kesehatan. Dari pengakuan yang bersangkutan, katanya dia usai minum obat batuk sebelum pemeriksaan tes urine dilakukan. Walaupun demikian tentunya dia harus bisa membuktikannya, seperti dia minum obat batuk, itukan ada nama obatnya atau resep doketernya, dan itu harus dibuktikan kepada penyidik makanya dia masih diperiksa,” jelasnya.

Lebih jauh diungkapkan Kapolda, apabila hasil dari pemeriksaan nanti hasilnya terbukti AS menggunakan Narkoba tentunya akan ada sanksi yang diberlakukan kepada AS.

“Adapun sanksinya jika terbukti, yakni pencopotan jabatan dan penundaan kenaikan pangkat. Jadi itu sanksinya, hal ini dikarenakan kami tidak menemukan barang bukti Narkoba, namun hanya urinenya saja yang positif,” ungkap Kapolda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here